Latar Belakang: Studi sebelumnya telah menemukan bahwa obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) dan statin dapat mempengaruhi tingkat sedimentasi eritrosit (ESR) atau tingkat protein C-reaktif (CRP) di pasien.
Obat apa yang mempengaruhi laju sed?
Obesitas. Obat-obatan seperti pil KB, metildopa (Aldomet), teofilin (Theo-24, Theolair, Elixophylline), vitamin A, kortison, dan kina.
Apa yang mempengaruhi laju sed?
Faktor gaya hidup ( aktivitas fisik, merokok, dan konsumsi alkohol) dan kelainan metabolisme umum (obesitas dan sindrom metabolik terkait) juga dapat mempengaruhi nilai LED.
Apakah ibuprofen menurunkan penanda inflamasi?
Hasil: Ada 50 pengguna ibuprofen aktif dan 288 non pengguna. Setelah disesuaikan dengan faktor klinis dan demografi, pengguna ibuprofen memiliki tingkat CRP yang secara signifikan lebih rendah (2,3 mg/L versus 3,5 mg/L, P=0,04) dan tingkat IL-6 (3,2 pg/ml versus 4,0 pg/ml, P=0,04) dibandingkan dengan bukan pengguna.
Dapatkah Anda mengalami peradangan dengan kecepatan sed normal?
Beberapa penyakit yang menyebabkan peradangan tidak meningkatkan laju sed, jadi laju sed yang normal tidak selalu mengesampingkan suatu penyakit. Beberapa dokter menggunakan tes darah protein C-reaktif (CRP) alih-alih tes tingkat sed untuk membantu mengidentifikasi kondisi peradangan.